Suzuki Karimun Ngotot Jangkung Tanam Sasis Katana dan Body Lift

Modifikasi – Ada alasan khusus di benak Dadang Rachman memodifikasi esktrem Suzuki Karimun dari sebuah city car mungil diubah menjadi jungle car alias perambah hutan.

Wah.. kalau sudah begini, pastinya kaki-kaki si Suzuki Karimun yang mungil harus dibikin kekar, sebab harus mendaki bebatuan dan mengaruk lumpur di hutan belantara.

“Ah, sebenarnya ini sekadar merealisasikan imajinasi saja,” tutur Dadang Rachman, si pencetus ide modifikasi Suzuki Karimun jangkung ini.

Menurut Danang, ia ingin membuktikan bahwa mobil kecil ini bisa berpenampilan lain dari biasanya. Tidak sekadar mempercantik diri dengan memendekkan suspensi dan pakai pelek berdiameter besar melulu.

Suzuki Karimun besutanya bisa terlihat lebih ekstrem. Terbukti, ban berdiameter 31 inci pun bisa melekat di keempat rodanya.

Ban gede bisa mengisi sepatbor bukan karen sulap. Tetapi disebabkan sebuah perkawinan.

Jadi, badan Karimun dipasangkan dengan sasis saudara tuanya, Suzuki Katana. “Saya mengusahakan pakai bahan baku dari merek sama,” jelas Dadang.

Proses penggabungan dua jenis mobil ini ternyata cukup rumit. Tak sekadar menemplokkan bodi ke sasis barunya. Jadi perlu beberapa penyesuaian, seperti membuat dudukan baru pada bodi Karimun yang bersasis monokok, agar pas dengan sasis milik Katana.

Supaya bisa duduk anteng, bagian bawah bodi si mungil disesuaikan lekukan pada sasis Katana. “Beberapa bagian ditambah body lift setinggi 100 milimeter,” terangnya.

Pokoknya, seluruh pengikat bodinya disesuaikan dudukan sasis asli Katana. Kemudian, beberapa bagian, seperti engine hood atau bonnet alias hidung (ruang mesin) dimajukan sekitar 90 mm.

Tujuannya agar mesin yang berpangku pada sasis baru, bisa pas di ruang mesin Karimun. “Sekarang posisi mesinnya jadi segaris,” kata Dadang lagi.

Sebelumnya posisi mesin melintang, khas mobil berpenggerak roda depan. Karena Katana berpenggerak roda belakang, mesinnya sejajar, “Perlu dibobok, sekat antara mesin dengan

kabin dan ruang buat girboks,” tambahnya.

Tujuannya agar mesin yang berpangku pada sasis baru, bisa pas di ruang mesin Karimun. “Sekarang posisi mesinnya jadi segaris,” kata Dadang lagi.

Sebelumnya posisi mesin melintang, khas mobil berpenggerak roda depan. Karena Katana berpenggerak roda belakang, mesinnya sejajar, “Perlu dibobok, sekat antara mesin dengan

kabin dan ruang buat girboks,” tambahnya.

Terakhir, kaki-kaki yang kekar. Roda kecil asli Karimun diganti dengan GT Radial Savero M/T 31 inci. Roda gede ini dipasang bersama empat sokbreker ProComp ES9000.

BACA JUGA : Honda HR-V Tambah Ganteng Pasang Body Kit Custom dan Pelek 18 Inci

Namun, anting bawah sokbrekernya diturunkan 50 mm. “Sebab sokbrekernya terlalu panjang,” begitu alasannya. Nah, walau kecil, tak berarti mungil kan?