Modifikasi Truk Dekotora Jepang

Jepang bisa di bilang sebagai salah satu kiblat perkembangan teknologi canggih, dan termasuk di dalam dunia otomotif nya, cukup dengan menyebut merek seperti Toyota,lexus,Honda,mazda,Suzuki dan Nissan merupakan beberapa contoh kongkrit perkembangan dan inovsi teknologi asal jepang di bidang otomotif nya.

Segudang terobosan yang di berikan oleh Jepang di bidang otomotif tersebut, serta karakter yang sangat kuat merupakan hasil dari budaya jepang sendiri yang sudah dikenal sangat unik, budaya ini sendiri merambah dalam dunia modifikasi truk, memang belum banyak yang tahu, tetapi modifikasi truk dari negeri sakura ini memang betul ada nya.

Dekotora adalah budaya atau tren di jepang bagi para modifikator truk, dekotora berasal dari dua suku kata yaitu “ Deko” dan “Tora”, Deko merupakan singkatan dari kata “Decoration” dan Tora adalah singkatan dari kata Torakku yang artinya Truk dalam bahasa jepang.

Dan Dekotora ini awal nya mulai muncul pada decade 1960, awal nya kebiasaan ini dilakukan oleh para pengemudi Truk yang membawa hasil tangkapan laut, tujuan “Menghiasi” truk tersebut juga bukan untuk sekedar nampang saja, namun untuk melindungi truk dari karat lantaran sering kali membawa hasil laut yang memiliki kadar garam yang tinggi, bahan stainless stell pun pada ahir nya di pilih, karena warna nya yang mengkilap dan mencolok mata, maka material ini lah yang di pilih dan menjadi inspirasi untuk para pengemudi truk lain nya.

Dan para pengemudi truk pun di kenal sangat royal untuk melakukan dekorasi pada truk nya, seperti penambahan spoiler, lampu-lampu neon dengan beraneka warna hingga gambar mural pada bagian Box Truk mereka.

Dan tidak sedikit juga truk yang di modifikasi dengan menggunakan lentera gantung, bumper pabrikan Cadillac, lalu sisi – sisi truk yang berkilau dengan nuansa chrome, bahkan pipa – pipa besi yang bermoncong ke depan seperti lubang bazooka.

Boom Dekotora

Boom Dekotora sudah di mulai pada tahun 1970 ketika NHK menyiarkan perlombaan Dekotora, dan sejak saat itu Dekotora berubah dari kebutuhan menjadi hobi, banyak pengemudi truk yang membuat Dekotora bukan hanya untuk melindungi truk mereka, tetapi semata-mata untuk alasan estetis belaka.

Bahan stainless stell pada Dekotora yang awal nya berfungsi untuk melindungi bada truk juga di gantikan dengan bahan lain yang tidak punya fungsi untuk melindungi truk, saking boomin nya modifikasi Dekotora pada periode ini, Film berjudul Torakku Yarou pun muncul, dan film ini pun terinspirasi dari budaya Dekotora sendiri.

Dan sayang nya lantaran modifikasi ini di anggap berbahaya, maka pada tahun 1970 pihak kepolisian jepang mengeluarkan pembatasan modifikasi untuk Dekotora, budaya modifikasi ini di anggap membahayakan pengguna jalan lain, karena tendesi “pelaku” Dekotora lebih mementingkan tampilan pada truk nya di banding kan dengan keamanannya.

Jika melihat ke berbagai gambar yang di himpun dari berbagai sumber ini, modifikasi pada Truk Dekotora memang cukup seronok, dengan tampilan uang sangat heboh, bukan Cuma menyita banyak perhatian mata saja tetapi juga decak kagum khalayak banyak.

Oleh karena itu, sekitar tahun 1990, tren modifikasi Dekotora semakin memudar karena banyak perusahaan besar yang melarang pengemudinya membuat truk di modifikasi gaya Dekotora.

Dekotora Model Plastik

Selain truk aslinya, sperti pada Film Dekotora yang muncul, budaya ini pun merambah ke industry mainan, dan mainan Dekotora pun sering di sebut Dekotora Plastik Model, dan merunut kembali ke asal-usul nama Dekotora sendiri, perusahaan mainan Aoshima Bunka Kyozai memperkenal kan nama tersebut melalui produksi mainanya pada tahun 1976.

Dan demikian sekilas budaya modifikasi unik asal jepang untuk Truk yang sangat populer di masanyadan sayang nya saat ini jika kalian pergi ke jepang tren modifikasi ini sudah jarang terlihat di jalan umum jepang.