Honda Civic Genio Tembem Menantang Efek Estilo Terlalu Mainstream

ModifikasiIni kisah 2016, di saat Hondamania berlomba-lomba memodifikasi Civic Estilo
mereka, Yogi malah memilih Civic Genio untuk dimodifikasi.

“Gue emang sengaja pilih Civic Genio karena Estilo sudah terlalu mainstream. Banyak banget yang dimodifikasi, kalau ini kan jarang,” ujar Yogi Rahmat, sang pemilik.

Bahkan aliran modifikasinya pun tidak mau seperti yang sudah ada.

“Gue mulai proyek ini sekitar 2 tahun lalu. Mau bikin konsep baru karena bosan dengan konsep modifikasi yang ‘gitu-gitu aja’. Intinya mau tampil beda,” bilang Yogi, panggilan akrabnya.

Akhirnya diambil konsep custom yang lebih ke gabungan dari Liberty Walk dan Rocket Bunny.

“Cuma kita bikin versi Indonesianya, namanya M8 Project, hahaha,” gelak Ary, teman baik Yogi dari bengkel M8 Garage di Bandung yang banyak memodifikasi mobil Honda.

Pertama seluruh bodi diganti warna jadi red candy dari Apsara agar tampil eye catching.

Lalu semua sepatbor dipotong untuk dipasangkan fender flare custom yang dibuat oleh Ary.

Alhasil, fender jadi tembem.

“Kita mau pasang pelek SSR Mesh ukuran 15×8+10 inci dengan ban Accelera 195/45R15. Setelah dapat fitment yang pas, baru sepatbornya dipotong sekitar dua jari”

“Terakhir baru buat fender flare custom-nya, langsung di sepatbor pakai bahan fiberglass,” jelas Ary panjang lebar.

Setelah selesai, baru semua fender flare ini dicat dengan warna yang sama seperti bodinya. Oh iya, di bumper belakang juga dibuatkan diffuser yang diambil dari Honda Jazz RS GE8.

“Jadi bagian tengah bawah bumper belakang dipotong dan dipasang diffuser tadi itu,” bilang pemilik Honda Civic LX bergaya CRX ini”

Sebagai pelengkap, Yogi memasangkan lips, fog lamp dan ducktail dari Honda EG9 (Genio versi luar Indonesia).

Kemudian di interiornya, jok depan diganti dengan jok orisinal Honda EJ1 (Estilo versi luar Indonesia).

BACA JUGA : BMW 318i & 320i Duo Sedan Eropa Yang Bikin Nagih Dimodifikasi! part 2

“Beda di bahan dan head rest-nya nyambung dari tiang di sampingnya,” ujar pebisnis pelek di Jaktim ini.